Humas IAIN Pareparee --- Doa khusus untuk almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang wafat dalam peristiwa demonstrasi di Jakarta, dipanjatkan dalam acara penutupan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Parepare tahun 2025. Doa ini dipimpin langsung oleh panitia bersama jajaran pimpinan kampus di hadapan lebih dari seribu mahasiswa baru yang memenuhi Gedung Auditorium, Jumat (29/8/2025).
Ribuan mahasiswa yang hadir secara serentak mengamini doa tersebut. Suasana hening dan penuh keharuan menyelimuti penutupan PBAK ketika nama Affan Kurniawan disebut, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama anak bangsa.
Foto : Wakil Rektor III IAIN Parepare, Dr. M. Ali Rusdi, M.H.
Wakil Rektor III IAIN Parepare, Dr. M. Ali Rusdi, menyampaikan bahwa doa ini merupakan wujud empati kampus dan mahasiswa atas musibah yang menimpa almarhum.
“Kami, segenap sivitas akademika IAIN Parepare, turut berduka cita atas wafatnya Affan Kurniawan. Doa yang kami panjatkan hari ini bersama ribuan mahasiswa baru adalah bentuk solidaritas kemanusiaan dan rasa peduli terhadap sesama,” ujar Dr. M. Ali Rusdi.
Ia menambahkan, peristiwa wafatnya Affan Kurniawan menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa persatuan dan kepedulian harus selalu dijaga. “Kita mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” lanjutnya.
PBAK IAIN Parepare 2025 yang berlangsung sejak awal pekan ini diikuti oleh lebih dari seribu mahasiswa baru dari berbagai program studi. Penutupan kegiatan tidak hanya diwarnai dengan refleksi perjalanan akademik awal mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan nilai kepedulian sosial di lingkungan kampus.
Suasana auditorium menjadi saksi ketika doa bersama dipanjatkan, dan ribuan mahasiswa baru mengangkat tangan serentak mengamini. “Momen ini mengajarkan bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam kemanusiaan,” tegas Dr. M. Ali Rusdi.