Skip ke Konten

Bergelar S.Sos, Lulusan PMI Siap Menjadi Konsultan Pembangunan Berbasis Pemberdayaan

19 Februari 2026 oleh
Bergelar S.Sos, Lulusan PMI Siap Menjadi Konsultan Pembangunan Berbasis Pemberdayaan
Humas IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare — Menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos), lulusan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Parepare memiliki peluang kerja yang luas, salah satunya sebagai konsultan pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat yang berperan dalam perencanaan, pendampingan, dan evaluasi program pemberdayaan masyarakat.

Ketua Prodi PMI, Dr. Afidatul Asmas, M.Sos., menjelaskan bahwa PMI dirancang untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya memahami teori sosial dan dakwah, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dalam menyusun program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa dibekali kompetensi analisis sosial, perencanaan program, manajemen pemberdayaan, riset partisipatoris, hingga penyusunan proposal berbasis kebutuhan komunitas. Ini adalah kompetensi inti yang dibutuhkan seorang konsultan pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, konsultan pembangunan tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi turun langsung melakukan pemetaan sosial, identifikasi masalah, penyusunan intervensi program, hingga monitoring dan evaluasi berbasis indikator keberhasilan.

PMI IAIN Parepare juga mengintegrasikan pendekatan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam kurikulumnya. Mahasiswa terbiasa mengaitkan program pemberdayaan dengan isu-isu strategis seperti pengentasan kemiskinan, penguatan UMKM, ketahanan sosial, pendidikan, lingkungan, dan ekonomi sirkular.

Melalui magang nasional, termasuk kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta praktik lapangan di lembaga pemerintah dan swasta, mahasiswa mendapatkan pengalaman profesional yang memperkuat kapasitas mereka sebagai calon konsultan.

Foto : Dr. Afidatul Asmar, M. Sos., mengikuti kegiatan ToF Dosen Kewirausahaan di Kementerian Pemuda dan Olahraga RI


Fleksibel dan Adaptif di Berbagai Sektor

Dr. Afidatul Asmar menegaskan bahwa gelar S.Sos dari PMI bukan sekadar gelar akademik, melainkan representasi kompetensi sosial yang aplikatif.

“Lulusan PMI memiliki fleksibilitas kerja tinggi. Mereka dapat berkiprah sebagai konsultan pemberdayaan, pendamping desa, community development officer (CDO), tenaga pendamping profesional, hingga pengelola program CSR perusahaan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan terhadap konsultan pembangunan terus meningkat, terutama di sektor pemerintah daerah, kementerian, BUMN, NGO/LSM nasional maupun internasional, serta lembaga filantropi dan zakat.

“Konsultan pembangunan hari ini tidak cukup hanya memahami teori. Mereka harus mampu membaca dinamika sosial, berkomunikasi efektif, menyusun desain program, dan memastikan dampaknya nyata. Kompetensi itu ada dalam kurikulum PMI,” tambahnya.

Selain pembelajaran berbasis kelas, mahasiswa PMI mengikuti KKN tematik pemberdayaan, praktik community development, riset desa, program kampung binaan, hingga inkubasi wirausaha sosial. Pendekatan ini menjadikan lulusan tidak hanya teoritis, tetapi siap kerja.

Modal gelar S.Sos dan bekal keilmuan yang integratif antara ilmu sosial, manajemen program, dan nilai-nilai Islam, lulusan PMI IAIN Parepare memiliki peluang strategis untuk menjadi konsultan pembangunan yang berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.



Editor : Suherman

di dalam Berita
Pascasarjana IAIN Parepare Gelar Matrikulasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026